Sapaan Pertama
Satu pesan sederhana, dan tanpa disadari, percakapan itu menjadi titik pertama di langit kita.
di bawah langit yang sama, kisah ini dimulai
Dua nama yang bertemu di satu malam biasa, lalu perlahan menulis rasi bintangnya sendiri.
Semesta itu luas, dan manusia di dalamnya tak terhitung. Tapi entah bagaimana, dua orang asing berhasil saling menemukan — lalu memilih untuk tidak lagi terpisah.
Sejak malam itu, hari-hari yang biasa mulai punya arah. Dan arah itu selalu menuju satu nama: kamu.
Satu pesan sederhana, dan tanpa disadari, percakapan itu menjadi titik pertama di langit kita.
Secangkir kopi, obrolan yang tak ingin berhenti, dan rasa nyaman yang datang lebih cepat dari dugaan.
Bukan karena sempurna, tapi karena bersamamu, setiap hal terasa layak untuk diperjuangkan.
Titik ini masih kosong, menunggu untuk digambar. Kita yang akan menentukan arahnya, bersama.
Ingatlah, pernah ada seseorang yang memilihmu berulang kali. Bukan hanya saat semua terasa mudah, tapi juga di hari-hari yang berat, yang sunyi, dan yang tak sempurna.
bab pertama kita
senja favorit kita
hanya kau dan aku
Kelak saat rambut kita memutih dan langkah melambat, saat foto-foto ini hanya jadi kenangan lama — semoga tanganku masih mencari tanganmu, di setiap malam yang tersisa.